Naratoday.com – Komunitas Rakyat Cirebon (KRC) melalui Gerakan #SaveBundaeIsun akan menggelar Istighosah Akbar dan Doa Bersama untuk Keadilan di halaman Pengadilan Negeri Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut digagas sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus doa bersama untuk mendukung tegaknya keadilan serta mendorong terciptanya proses hukum yang objektif, transparan, dan berintegritas.
Koordinator KRC, Raden Jarum, didampingi Koordinator Lapangan Qorib Magelung Sakti, mengatakan kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, advokat, wartawan, aktivis, mahasiswa, ibu-ibu jamiyah, organisasi kemasyarakatan, hingga warga Kabupaten Cirebon yang memiliki kepedulian terhadap penegakan hukum.
Menurut Jarum, istighosah ini bertujuan memohon petunjuk dan perlindungan Allah SWT agar seluruh proses hukum yang sedang berlangsung dapat berjalan secara adil, objektif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami juga berharap para hakim, termasuk Ketua Pengadilan Negeri Sumber, tetap konsisten menegakkan keadilan, tidak terpengaruh oleh tekanan maupun kepentingan apa pun,” ujar Jarum.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar hukum benar-benar menjadi sarana menghadirkan keadilan bagi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar hukum benar-benar menjadi sarana mencari keadilan, bukan sekadar prosedur formal yang mengabaikan rasa keadilan masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, KRC juga ingin menyampaikan pesan moral bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyuarakan harapan dan aspirasinya secara damai, santun, serta sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Adapun tujuan pelaksanaan Istighosah Akbar itu antara lain memohon pertolongan dan petunjuk Allah SWT agar keadilan dapat ditegakkan secara objektif dan bermartabat, mendoakan keselamatan serta ketabahan bagi Bunda Fifi dan keluarganya, menjaga kondusivitas dan persatuan masyarakat, serta menegaskan bahwa perjuangan memperoleh keadilan harus ditempuh melalui cara-cara damai dan sesuai koridor hukum.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya mewujudkan peradilan yang bersih, hakim yang berintegritas, serta perlindungan hak-hak warga negara di hadapan hukum.
KRC menegaskan bahwa kegiatan yang akan digelar merupakan kegiatan keagamaan dan sosial yang dilaksanakan secara damai dengan tetap menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan.
“Kami percaya bahwa kebenaran dan keadilan harus diperjuangkan dengan cara yang santun, bermartabat, dan penuh doa. Insya Allah kegiatan ini akan dihadiri sekitar 1.000 jamaah. Semoga ketulusan doa menjadi wujud kebersamaan masyarakat dalam mengetuk pintu langit demi hadirnya keadilan bagi semua,” tegas Jarum.***












